Minggu, 28 November 2010

Dampak Positif & Negatif dari Bencana Meletusnya Gunung Merapi bagi Perekonomian Indonesia



Saat ini, Indonesia sedang dilanda banyak bencana alam mulai dari Tsunami di Mentawai dan Meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2010 kemaren, gunung merapi kembali aktif dan mengeluarkan letusan yang membuat para penduduk disekitarnya panik dan ketakutan serta menelan banyak korban jiwa baik yang meninggal maupun luka-luka. Tidak hanya itu, meletusnya gunung merapi juga berpengaruh terhadap bisnis perekonomian di Indonesia.
 

Bank Indonesia mengumumkan data perkiraan kerugian ekonomi yang berdampak pada kegiatan perekonomian regional, di wilayah Yogyakarta yang diakibatkan karena meletusnya gunung merapi. Dampak langsung perekonomian terjadi di daerah-daerah berbahaya yaitu sekitar radius 20 KM dari gunung merapi. Misalnya, di Kecamatan Pakem, Turi, Cangkringan, dan Ngemplak. Empat kecamatan tersebut merupakan pusat budidaya peternakan sapi perah juga menjadi pusat tanaman salak, holtikultura semusim, pariwisata, dan banyak perumahan penduduk.

Dampak langsung dari meletusnya gunung merapi adalah perekonomian, sedangkan dampak tidak langsungnya adalah dialami oleh sektor pariwisata, jasa-jasa, dan pertanian serta industri. Banyak dalam sektor pertanian terganggu akibat bencana ini yang menyebabkan pendapatan bisnis para petani menurun drastis. Di sektor perikanan terjadi kerugian sekitar 1.272 ton. Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan berkurang sehingga menyebabkan tingkat hunian hotel yang tadinya 70 persen turun menjadi 30 persen. Di sektor jasa-jasa, berhubungan dengan turunnya kinerja di sektor pariwisata.
 

Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia dan memberikan pemasukan bagi Indonesia dalam bidang bisnis atau keuangan. Yogyakarta memiliki banyak tempat wisata yang indah dan sering dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Namun selain dampak negatif yang ditimbulkan bagi bisnis di Indonesia tetapi masih ada bisnis yang justru mengalami peningkatan akibat meletusnya gunung merapi, yaitu bisnis para penambang pasir di sekitar lereng gunung merapi. Walaupun sekarang para penambang pasir tersebut belum diijinkan mendekati gunung merapi karena statusnya masih “awas”, tetapi mereka bisa menambang pasir dari sungai-sungai yang telah terlewati lahar dingin dari gunung merapi tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar